Jelang Lebaran, Trafik Internet Naik Signifikan Dampak PSBB

Jelang Lebaran, Trafik Internet Naik Signifikan Dampak PSBBIlustrasi kegiatan berselancar di internet. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

GAJAHMADANEWS.COM – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menaikkan jumlah lalu lintas (traffic) internet secara signifikan saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H dibandingkan kondisi normal.

Kebijakan belajar dan bekerja dari rumah membuat membuat peralihan trafik dari perkantoran, perguruan tinggi, dan sekolah ke pemukiman mengalami kenaikan sekitar 10-15 persen.

“Dalam keadaan normal, saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri trafik naik 20-30 persen. Namun dalam kondisi PSBB tahun 2020 ini terjadi kenaikan trafik 30-40 persen,” kata Menkominfo Johnny G. Plate dalam konferensi pers, Jumat (22/5).

Johnny mengungkapkan jumlah Base Transceiver Station (BTS) atau telekomunikasi 4G di seluruh Indonesia pada kuartal ketiga tahun 2019 tercatat sebanyak 173.294. Sedangkan BTS 3G sebanyak 188.849 dan BTS 2G sebanyak 116.982.

Total seluruh tower telekomunikasi di Indonesia sekitar 479.125 unit. Johnny juga memastikan persiapan jaringan telekomunikasi kabel optik di seluruh Indonesia dengan total panjang 348.442 km.

Johnny mengatakan para operator juga menambah kapasitas pada BTS untuk mengantisipasi lonjakan trafik dan menyiapkan mobile BTS apabila diperlukan.

“Sampai saat ini, berdasarkan data yang disampaikan oleh operator, terdapat sekitar 178 mobile BTS yang dikerahkan untuk mengantisipasi lonjakan trafik pada kondisi darurat Covid-19, dari keseluruhan BTS secara Nasional sejumlah 479.125,” kata Johnny.

Untuk mendukung kebijakan bekerja dan belajar dari rumah yang akan menjadi new normal, Kemenkominfo melakukan kegiatan monitoring kualitas layanan telekomunikasi internet dan layanan suara selama masa pandemi Covid-19.

Hasil pengukuran terhadap layanan suara (voice) menunjukkan keberhasilan panggilan rata-rata sebesar 94,21 persen. Sedangkan pada pengukuran layanan data menunjukkan bahwa tingkat kecepatan download rata-rata internet seluler sebesar 15,57 Mbps, kecepatan upload rata-rata 13,34 Mbps, dan latency 27,37 milisecond.

“Pada wilayah yang hasil pengukurannya tidak baik, Kemenkominfo berkoordinasi dengan penyelenggara seluler untuk melakukan upaya perbaikan atau meningkatkan kapasitas jaringan telekomunikasi di tempat tersebut,” ujar Johnny. (jnp/jal)