Terkait DAK, Ketua DPD LSM Basmi Hamdani M, S.H., : Tanggapan Kadisdik Tubaba Terkesan Menantang

GAJAHMADANEWS.COM, TUBABA – Terkait dengan adanya dugaan permasalahan dalam pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) khususnya dalam pelaksanaan bidang fisik rehabilitasi ruang kelas.

Rehabilitas yang dimaksud adalah adanya dugaan bahwa salah satu sekolah yang menerima bantuan rehabilitasi 4 ruang kelas dengan anggaran sekitar 400 juta diduga tidak dikerjakan oleh pihak sekolah. Bahkan terdapat juga keterangan yang disampaikan oleh panitia pelaksanaan pembangunan sekolah bahwa pihak Disdik telah mengondisikan Baja Ringan.

Selain itu dalam pengerjaannya terdapat juga perbedaan jumlah ruang kelas yang mampu direhab meskipun dengan anggaran yang sama. Saat dikonfirmasi oleh awak media di lingkungan sekretariat Dinas Pendidikan di Tiyuh Kagungan Ratu Kecamatan Tulang Bawang Udik Kepala Dinas Pendidikan Budiman Jaya terkesan tergesa-gesa menghindar dari pertanyaan awak media. Kamis (23/1/2020)

“Kalau untuk itu ya kalian silakan cari bukti, kumpulkan bukti dan laporkan saja.” Kata Budiman Jaya sembari tergesa-gesa pergi meninggalkan awak media.

Dengan menunjukkan sikap seolah-olah menghindar dari konfirmasi awak media bahkan memberikan statement singkat seperti yang di lakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Budiman jaya beberapa waktu lalu di sekretariat Dinas Pendidikan Kabupaten setempat.

Terkait hal itu, Hamdani M, SH Ketua DPD LSM Barisan Muda Indonesia (BASMI) Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa sikap yang di tampakan oleh Budiman jaya merupakan bukanlah sosok seorang pemimpin yang sebagaimana tupoksinya.

“Seharusnya dia (Budiman jaya. Red) menanggapi itu secara positif karena apapun bentuknya kegiatan itu ada di satuan kerjanya yaitu di Dinas Pendidikan. Dia selaku Kepala Dinas harus benar-benar mengkoreksi itu bukannya malah meminta bukti seperti apa yang dilontarkannya, bahkan itu terkesan menantang.” Ucap Hamdani Ketua DPD LSM Basmi. Jumat (24/1/2020)

Bahkan sebagai seorang Kepala Dinas. Lanjut Hamdani, “Dia justru harus peka terhadap informasi-informasi yang disampaikan rekan-rekan pers melalui tulisan di dalam berita karena seorang jurnalis itu menulis berdasarkan sumber informasi dan fakta yang didapat di lapangan ataupun di lokasi pekerjaan di mana tempat realisasi dana alokasi itu.” Terangnya.

Selain itu Hamdani juga menegaskan bahwa Budiman Jaya harus mengambil sikap terhadap apa informasi yang sampai ke dirinya apalagi itu berpotensi terhadap kerugian negara.

“Kalau memang kepala dinas seolah-olah buang badan seperti itu patut kita curigai kenapa seperti itu, apa jangan-jangan dia terlibat di situ kan kita nggak tahu, apalagi ada keterangan bahwa material dalam rehab itu sudah dikondisikan oleh pihak dinas, seharusnya dia mengontrol atau melakukan kroscek di mana tempat informasi itu berasal.” Tegasnya.

Selain itu, Hamdani juga mengatakan terkait Rekor Muri yang didapat oleh Pemkab Tulang Bawang Barat dengan penyelenggaraan pembagian tumbler kepada hampir seluruh siswa siswi sekolah dasar dan menengah melalui dinas pendidikan seperti yang kita ketahui bersama beberapa waktu lalu bahkan di tahun yang sama dengan anggaran Dak.

“Khusus untuk di dunia pendidikan kita baru saja mendapatkan Rekor Muri atas pembagian Tumbler kepada siswa-siswi di Tubaba melalui dinas pendidikan, jadi jangan sampai rekor muri kita dinodai oleh dinas pendidikan karena dugaan permasalahan dalam realisasi DAK yang justru itu lebih penting bagi siswa dan siswi karena yang kita tahu DAK apalagi bidang fisik itu kan untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang digunakan sehari-hari.” Cetus Hamdani.

Hamdani berharap agar Budiman jaya bersama inspektorat dan panitia DAK untuk melakukan kroscek terhadap sekolah-sekolah yang melakukan kegiatan rehabilitas yang menggunakan anggaran Dak tahun 2019. (Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *