Ketua Presidium Pendiri & Ketua Umum MC3 R.Guntur Eko Widodo bersama Seraphine Destina Nurani SE. Wanhat MC3 di Kantor Kementerian Kehutanan & Lingkungan Hidup RI

BALI – Ternyata Penggagas Program Menutup Entry POINT NARLUNDUP itu Seorang Seniman Dan Pendiri GIAN R.Guntur Eko Widodo

Masalah narkoba telah menjadi pemasalahan dunia. Bahkan di Bali peredaran barang terlarang ini sampai ke desa-desa dan juga menyasar kalangan remaja.

“Untuk menekan peredaran narkoba ini, GIAN hadir di Bali. Kita akan terjun ke masyarakat untuk memberi pemahaman akan bahaya narkoba,” ujar Ketua Pembina GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkoba) Bali I Made Wirayadnya didampingi Ketua DPW GIAN Bali I Gusti Ngurah Made Bawa,SH dan Sekretaris Vicky Mustikawati dalam pertemuan, Selasa (27/11/2019) di Renon.

Dikatakan Wirayadnya, wadah yang sudah terbentuk di beberapa daerah di Indonesia, segera akan dikukuhkan. “Rencananya Desember ini GIAN Bali dikukuhkan dan setelah itu kita langsung terjun ke berbagai kalangan melakukan pembinaan,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk mencegah narkoba meluas, langkah pencegahan melalui penyuluhan sangat penting dilakukan secara intensif. “Fokus kita ada di tunas-tunas bangsa. Jadi kalau dari bibit (pelajar) sudah diberi penyuluhan dan pemahaman maka perkembangan selanjutnya bisa menuju ke arah yang positif. Sebab sejak dini mereka sudah tahu akan bahaya narkoba,” tambahnya.

Untuk itu, GIAN akan menjalin sinergi dengan pihakk-pihak atau instansi terkait. Tapi fokus kai tunas bangsa agar mereka tahu bahaya narkoba. Saat ini di Indonesia terdapat 42 lembaga yang mengatasnamakan pemberantas narkotika. Menurut Wirayadnya, yang penting adalah langkah-langkah kongkrit yang harus ditunjukkan sehingga bisa memberi manfaat positif bagi genarasi muda.

Soal penanganan pengguna narkoba, menurutnya selain upaya rehabilitasi juga bisa melalui terapi tradisional yang kini sudah disiapkan GIAN Bali. “Kita di pengurusan GIAN Bali ada dari berbagai kalangan yang bisa membantu,” tambah Gusti Ngurah Made Bawa,SH.

Sebagaimana diketahui sejak tahun 1976 hampir semua negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sepakat untuk memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Masalah narkotika di Indonesia bukanlah hal yang baru, namun telah ada sejak zaman penjajahan. Pada zaman Hindia Belanda telah diterbitkan Verdoovende Middelen Ordonatie (V.M.O) Stbl. 1927 No. 278 Jo No. 536 yang telah diubah dan ditambah yang dikenal dengan Undang-Undang Obat Bius.

Pada zaman pemerintahan Orda Baru, setelah 10 tahun Indonesia menandatangani Konvensi Tunggal Narkotika tahun 1961 (Single Convention on Narkotic Drugs, 1961), dan juga guna menanggulangi kejahatan Trans Nasional, dikeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres) Nomor 6 Tahun 1971, kepada Kepala Badan Koordinasi Intelijen Nasional (BAKIN) untuk menanggulangi 6 permasalahan yang menonjol, yaitu Pemberantasan Uang Palsu, Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba, Penanggulangan Penyelundupan, Penanggulangan Kenakalan Remaja, Penanggulangan Subversi, Pengawasan Orang Asing.

Sebagai warga negara yang peduli terhadap nasib generasi muda dan masa depannya, akhirnya Lembaga GIAN didirikan dengan terlebih dahulu diciptakan infrastruktur pendukungnya. Dimana pada bulan Oktober 2011 bersama sebuah Even Nasional di Senayan Jakarta dideklarasikan ASMII (Asosiasi Seniman dan Musisi Independent Indonesia), menyusul disiapkan infrastruktur pendukung utama Lembaga GIAN yaitu MLN-MC3 (Manggrove Lestari Nusantara Manggrove Crab Cutivation Community) yang konsen dan fokus kepada sebuah konsep dan program pemberdayaan masyarakat nelayan pesisir pantai Indonesia.

R.Guntur Eko Widodo membangun Insfrastruktur Kelembagaan Utk Mendukung Gerakan Anti Narkoba yang akhirnya kita sama sama tau adalah GIAN dengan terlebih dahulu mendirikan ASMII ( Asosiasi Seniman dan Musisi Independent Indonesia ) LBH GIAN – GEMA GIAN dan MLN MC3 dengan Misi Utama Membuat Kelompok2 Gerakan Masiv dengan Memberdayakan Petani Nelayan Pesisir Pantai Indonesia melalui Hunting Dan Keliling Indonesia Selama 3 tahun di Kabupaten2 pemilik Magrove Terbesar Di Indonesia . Dari Hasil Hunting Mangrove itu kemudian dilakukan Litbang Dan Tercipta Tekhnology Budi Daya Kepiting Bakau Silvofishery Wanamina dan Tumpang dari Holtikultura Pantai Berbasis Konsrrvasi SDA Mangrove Indonesia. disatu sisi ada berkah Alam.melimpah dilain sisi Indonesia Sebagai Negara Pemilik Mangrove Terbesar di Dunia yg berada di 357 Kabupaten Pemilik Mangrove Terbesar Di Dunia . Adalah merupan Entry Point Narlundup. Human Trafficking dan Illegal Logging / Fisshing .

Semoga Kehadiran GIAN dan Lembaga Pendukung Utamanya MLN-MC3 yang juga Dinahkodai Oleh R.Guntur Eko Widodo ke depan menjadi Solusi dan Jawaban Sebagai Upayaa Menjalankan Program PBB dan Pemerintah RI membanguj ekonomi Kreatif Kerakyatan RI . Utk Ketahanan Pangan / setidaknya sanggup menjadi Upaya menciptakan Subsidi Silang Bagi Kelompok2 Budi Daya MC3 yang saat ini sedang dan telah Terbentuk Di Setiap Provinsi Ternesar Pemilik Mangrove Terbesar Di Dunia .

Insyaallah Konsep dan Program Ini Akan Menjadi Jawaban Menutup Entry Point Narlundup melalui gerakan Masiv dengan Membentuk Kelompok2 Budi Daya MC3 berbasis Konservasi SDA Mangrove Indonesia.

R.Guntur Eko Widodo Membenarkan Pernyataan Ketua DPW GIAN BALI bahwa Ketua Umum Merancang Konsep Dan Program ini agar menjadi langkah Strategis bagi Gerakan Bela Negara dengan Melibatkan Langsung Kelompok2 Budi Daya Yang dibentuk sekaligus bagian dari Menjaga Pantai / Ronda Pantai Gratis Bagi Negara oleh MLN-MC3 dan GIAN. Semoga Pemerintah Berkenan Melihat dan mendukung ini semua lebih kepada sebuah karya Nyata Anak Bangsa Menjadi Bagian Dari Peran Aktif Masyarakat Untuk Turut serta Membantu Negara Memberantas Narkoba dengan memutus Jaringan Peredaran Dan Penyalahgunaannya . Salah satunya adalah dengan Gerakan Disiplin Jaga Alam.dan sekligus menjadi Upaya Menutup Entry Poin Narlundup melalui Jalur Konservasi yang 85 persen adalah pintu Masuknya Barang Haram Bahaya Laten Narkoba yaitu Ribuan Pulau Mangrove yang sangat nyaman sebagi Transit Para Bandar Narkoba dari Jaringan Kartel International . Tegas Ketua DPW GIAN BALI membenarkan dan mendukung Pernyataan dan Program Ketua Umum MC3 & GIAN R.Guntur Eko Widodo

Ambil Berkah Alam.
Tanpa Merusak Alam
Sekaligus Menjaga Alam

Kata Guntur Menutup Wawancara dg Awak Media. (Red/FPRN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *